Today Weather

Green Economy di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi Global

Dunia masih berpotensi dihantui oleh krisis global. Tidak hanya itu, peradaban dunia juga menghadapi dilema serius terkait dengan degradasi sumber alam, seumber daya energy, lingkungan, dan sumber daya pangan. Akibat krisis sumber daya di atas, sejumlah Negara bahkan masih terjebak dengan perang saudara. Di tengah krisis sumber daya di atas, sejumlah Negara juga tampak masih terjebak dengan krisis financial. Selain itu, sejumlah Negara juga berpotensi terjebak dalam krisis energy.

Ancaman perubahan iklim dan pemanasan global kian mengurangi sustainabilitas bumi dalam memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan umat manusia di dunia. Masifnya pola perilaku ekonomi dan kecerobohan umat manusia dalam mengeksploitasi sumber daya alam tak terbarukan kian memperburuk sumber daya lingkungan karena perilaku umat manusia kian tak ramah lingkungan.

Indonesia masih menghadapi tantangan besar dimana model pembangunan ekonomi yang dikembangkan telah menggerakkan pembangunan ekonomi yang cenderung ekstraktif dan berjangka pendek. Ada kecenderungan besar dimana upaya mempertahankan fungsi lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari masih jauh dari yang diharapkan. Sisi lain, indikator pertumbuhan ekonomi seperti Produk Domestik Bruto/Produk Domestik Regional Bruto (PDB/PDRB), dan tingkat inflasi tidak diiringi dengan informasi tentang nilai susutnya sumber daya alam (deplesi) dan rusaknya serta tercemarnya lingkungan (degradasi).

Karena itu, maka dibutuhkan pola pendekatan baru: pendekatan Ekonomi Hijau (Green economy approach) dimana merupakan model pendekatan pembangunan ekonomi yang tidak lagi mengandalkan pembangunan ekonomi berbasis eksploitasi sumber daya alam dan lingkungan yang berlebihan. Model pendekatan Green Economy ini merupakan suatu lompatan besar meninggalkan praktik-praktik ekonomi yang mementingkan keuntungan jangka pendek yang telah mewariskan berbagai permasalahan yang mendesak untuk ditangani termasuk menggerakkan perekonomian yang rendah karbon (low carbon economy).

Pendekatan Green Economy diharapkan mampu menggantikan kebijakan-kebijakan lingkungan yang pada mass lalu kerap difokuskan pada solusi jangka pendek. Pendekatan ekonomi hijau dipandang penting karena menekankan aspek "pelestarian lingkungan" dan "pertumbuhan ekonomi". Model pendekatan Green Economy juga dipandang penting karena diharapkan mampu menjawab ketergantungan antara ekonomi dan ekosistem serta dampak negatif akibat aktivitas ekonomi termasuk perubahan iklim dan pamanasan global.

Berdasarkan kondisi inilah kemudian, dalam rangkaian perayaan ulang tahun Universitas Gadjah Mada (UGM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (LPPM UGM) menyelenggarakan acara tahunan bertajuk Open Lecture on Knowledge Partnership Program dengan tema Green Economy. Acara ini mengundang nara sumber tamu Bapak Prof. Iwan Jaya Azis – Johnson Graduate School of management (JGSM), Cornel University, United States of America. Selain sebagai dosen di Cornell University Prof. Iwan Jaya Azis juga menjabat sebagai Head, Office of Regional Economic Integration (OREI), Asian Development Bank (ADB).

Open Lecture on Knowledge Partneship Program ini diselenggarakan pada hari Selasa (13/9/2011), bertempat di Balai Senat, UGM (Gedung Pusat UGM, Sayap Utara, Lt. 2, Bulaksumur, Yogyakarta). Moderator acara ini adalah Bapak Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, Mantan Menteri Keuangan dan Mantan Mendiknas RI. Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. Retno Sunarminingsih, M.Sc., Apt.

Open Lecture on Knowledge Partnership Program ini diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Research Week 2011, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM. Kegiatan Open Lecture yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2006 bertujuan untuk memperluas komunikasi dan kesempatan untuk berkolaborasi dalam hal riset antara peneliti dan tenaga ahli di lingkungan Universitas Gadjah Mada dengan para peneliti dan tenaga ahli dari seluruh penjuru dunia.

Acara ini dihadiri oleh staf pengajar, peneliti,mahasiswa, dan masyarakat umum. Dengan penyelenggaraan acara ini, maka UGM sebagai kampus besar di Indonesia turut memberikan peranannya dalam mempromosikan pendekatan Green Economy sebagai langkah strategis dalam membangun peradaban global.

Sumber : LPPM UGM